Archive for June 11th, 2006
World Cup 2006, Day #3
Author: nuri11 Jun
Serbia 0 - 1 Belanda 
Kenapa saya tulis Serbia, bukannya Serbia & Montenegro ? Karena secara teknis tim Serbia & Montenegro “tidak ada lagi”. Hal ini dikarenakan hasil referendum di negara pecahan Yugoslavia yang dilakukan 21 Mei 2006 lalu menghasilkan keputusan perpisahan di antara keduanya. Montenegro mengumumkan kemerdekaannya 3 Juni 2006, Serbia 2 hari kemudian 5 Juni 2006. Nah udah dulu pelajaran geografinya
Back to the World Cup.
Pertandingan berlangsung cukup ketat di Leipzig. Belanda tampil full tim di motori 3 pemain senior yaitu Van der Saar, Cocu, Nistelrooy. Sedangkan Serbia tampil tanpa Nemanja Vidic dikarenakan kartu merah yang dia terima pada pertandingan internasional sebelumnya. Jika Vidic tampil maka akan ada 3 orang pemain Manchester United saling bertarung untuk negaranya masing-masing.
Memegang kendali serang di awal babak pertama membuat anak-anak van Basten ini memimpin 1-0. Terlepas dari kecengengannya di Liga Inggris, Robben tampil bagus dengan mencetak gol di menit 18. Selain itu dia juga banyak menciptakan peluang-peluang bagi Belanda. Jadi tidak heran jika Man of the Match kali ini adalah Arjen Robben. Belanda bisa dibilang menguasai permainan selama babak kedua. Namun begitu, Belanda tidak dapat mencetak gol tambahan hingga akhir pertandingan karena solidnya pertahanan Serbia.
Pertandingan ini penuh dengan hujan kartu kuning, terbanyak dalam 3 hari ini. Tercatat 6 kartu kuning dikeluarkan Markus Merk.4 kartu untuk Serbia (Stankovic, Koroman, Dragutinovic, Gavrancic) dan 2 untuk Belanda (Gio dan Heitinga).
Meksiko 3 - 1 Iran 
Pada babak pertama Omar Bravo memanfaatkan assist striker Villareal Franco memmbuat Mexico unggul 1-0 di menit 28. Iran menyamakan kedudukan lewat Golmohammadi di menit 36. Iran tampaknya akan cukup senang dengan 1 point hasil imbang dengan Mexico hingga pertengahan babak kedua. Ditambah dengan cederanya Jared Borgetti, kepercayaan itu makin menebal.
Namun kiper Iran justru mengawali bencana bagi timnya. Goal kicknya sempat membuat barisan belakang kaget dan dimanfaatkan dengan bagus oleh Zinha. Pemain pengganti ini menyambar bola dan mengumpannya langsung ke Omar Bravo. 2-1 untuk Meksiko. 3 menit kemudian, Zinha sendiri mencatatkan namanya di scoresheet dengan mencetak gole ke-tiga Meksiko.
Omar Bravo menjadi Man of the Match dan menjadi top-skor sementara bersama dengan Klose dan Paulo Wanchope
Angola 0 - 1 Portugal 
Ini pertandingan yang boleh dibilang ada unsur “politis”nya. Tim dari bekas negara jajahan melawan bekas penjajahnya. Di masa lalu, Angola adalah salah satu daerah jajahan Portugal. Pemain Angola pun banyak yang bermain di liga Portugal.
Satu-satunya yang tersisa dari tim emas Portugal sepertinya hanya Luis Figo. Dan pemain Inter Milan inipun masih menunjukkan kelasnya dan menjadi Man of the Match. Umpannya di menit ke-4 kepada Pauletta membuat Portugal unggul 0-1. Satu-satunya gol yang tercipta pada pertandingan ini. Pertandingan ini lebih mengarah ke betapa hebatnya Angola mampu mengimbangi salah satu unggulan Piala Dunia 2006, bukan sebaliknya. Karena permainan Porto tidak sesuai dengan yang diharapkan seperti halnya Inggris sehari sebelumnya.
World Cup 2006, Day #2
Author: nuri11 Jun
Inggris 1 - 0 Paraguay 
Pertandingan tampaknya akan berjalan menarik saat Ingris membuka babak pertama dengan sebuah gol pada menit ke-3. Niat Calos Gamara untuk membuang umpan silang Beckham ternyata berakhir bencana buat Paraguay. Bola yang sundula Gamara malah masuk ke gawang sendiri.
Nama besar Inggris ternyata tidak menjadi jaminan mereka akan bermain atraktif. Babak pertama menurut saya cenderung membosankan. Permainan pertama Inggris tidak begitu berkembang. Lapangan tengah yang menjadi kunci serangan Inggris seperti yang telah diperlihatkan selama friendly-game sebelum final Piala Dunia dimulai tidak menunjukkan kualitasnya. Gerard dan Lampard kembali tidak padu. Joe Cole di kiri sering salah posisi karena Ashley Cole terlalu sering overlap dan terlalu jauh untuk diberi umpan trobosan. Beckham lumayan. Sepertinya Eriksson terlalu memaksakan Gerrard dan Owen yang tidak dalam kondisi fit untuk bermain.
Jika terus seperti ini, Inggris bisa-bisa tidak berkutik menghadapi Swedia atau bahkan Trinidad & Tobago.
Frank Lampard menjadi Man of the Match di pertandingan ini.
Trinidad & Tobago 0 - 0 Swedia 
Berlawanan dengan pertandingan pertama Matchday #2, Trinidad Tobago - Swedia menyuguhkan permainan terbuka. Swedia seperti yang saya duga sebelumnya, sejak awal sudah menggebrak dengan melancarkan serangan-serangan berbahaya ke daerah pertahanan wakil benua Amerika ini. Shaka Hislop menjadi pahlawan tim TnT dengan menggagalkan peluang-peluang gol Swedia. Sangat kontras mengingat penampilannya di Premiership sungguh menyedihkan.
Namun begitu, bukan berarti tim debutan ini tidak dapat melakukan perlawanan. Dimotori oleh eks striker Manchester United, Dwight Yorke, TnT juga menunjukkan pada dunia bahwa mereka bukan tim kacangan. Mereka juga dapat menciptakan peluang-peluang berbahaya bahkan hanya dengan 10 pemain saat Avery dikartu merah wasit di awal babak kedua.
Dwight Yorke mungkin menjadi satu-satunya nama yang kita kenal di tim TnT atas kiprahnya di liga Inggris. Dia dinobatkan menjadi Man of the Match pertandingan ini. Dan menurut saya, partai ini adalah salah satu pertandingan imbang paling seru dan sangat untuk ditonton dibandingkan Inggris - Uruguay.
Argentina 2 - 1 Pantai Gading
Pertandingan grup C yang disebut juga sebagai grup neraka antara Argentina - Pantai Gading berlangsung seru. Duel striker Chelsea antara Crespo - Drogba menjadi kisah tersendiri. Dengan datangnya Sheva, pertandingan ini seakan adalah partai unjuk gigi di antara keduanya untuk dapat posisi utama di tim juara liga Inggris tersebut.
2 pemain yang dibuang Barcelona menjadi inspirator raksasa sepakbola Amerika Latin ini. Juan Roman Riquelme menunjukkan kelasnya sebagai saah satu playmaker terbaik dunia dengan menciptakan peluan bagi Crespo untuk mencetak gol di menit 24. Crossing tendangan bebasnya di menit 24 gagal dihalau dengan baik oleh barisan pertahanan wakil Afrika ini. Crespo langsung yang dalam posisi bagus langsung mencetak gol.
14 menit kemudian Riquelme kembali menunjukkan kemampuannya. Setelah membuat barisan pertahanan Pantai Gading kelabakan, Riquelme meyodorkan umpan terobosan yang bagus kepada Saviola. Si Kelinci yang tinggal berhadapan dengan kiper tidak menyia-nyiakan kesempatan. 2-0 untuk Argentina. Pertandinganpun berjalan semakin seru dengan serangan silih berganti dari kedua belah pihak.
Di menit 82 kedudukan kembali berubah. Lewat umpan silang Bakary Kone, Didier Drogba mencetak gol pertamanya di final Piala dunia. 2-1.
Walaupun 2 striker Chelsea sama-sama mencetak gol, namun Saviola yang dinobatkan sebagai Man of the Match. Namun saya melihat yang lebih cocok sebenarnya adalah Riquelme.