Archive for May 14th, 2006

Kue Pukis Depan Gajah Mada Plasa

Setelah dari alun-alun, saya menyebrang ke timur ke arah pertokoan. Pertokoan di sepanjang Jl. K.H. Agus Salim ini mungkin adalah pusat pertokoan/Mall pertama di Malang yang saya tahu (CMIIW). Waktu itu Mitra II masih berujud bioskop President, Alun-alun Mall masih berupa penjara, Sarinah belum semegah sekarang. Di awali dengan Malang Plaza, kemudian Mitra dan Gajah Mada yang mempunyai jalan tembus ke arah pecinan/pasar besar.
Di Gajah Mada Plasa ini pula saya waktu masih kecil dulu sempat “hilang” terpisah dari orang tua seperti anak kecil pada postingan saya sebelumnya. Sementara di Malang Plasa, sewaktu SMP dulu adalah tempat saya maen tamiya. Karena di lantai dasar ada toko mainan yang menyediakan trek tamiya gratis yang boleh dipakai (apalagi kalo langganan toko itu).
Nah yang ada di foto di samping ini adalah penjual pukis/terang bulan di depan Gajah Mada Plasa. Ruang depan tangga masuk Gajah Mada Plasa ini diisi oleh beberapa stan. Paling sering adalah stan dealer sepeda motor mulai Honda,Suzuki, Yamaha (belum pernah lihat Kawasaki). Ada yang jualan aksesoris atau perlengkapan dapur (piring & gelas plastik dan semacamnya). Namun yang saya ingat sejak masih kecil dulu (yah waktu saya ilang dulu, almarhum Gombloh baru negalurin album “Kugadaikan Cintaku”) adalah penjual pukis/terang bulan. Pukis Madonna.
Hari itu saya pesan 20 biji pukis istimewa. Warung ini (kita sebut saja begitu) menyediakan 2 macam pukis. Yang biasa Rp.1300/biji, yang istimewa Rp.1500/biji. Untuk terang bulan (mungkin di Jakarta dikenal sebagai martabak manis) yang biasa Rp. 18.000/porsi (kacang- meses) sedangkan yang istimewa Rp.21.000 (Kacang-meses+keju). Dan kue pukis Malang ini adalah one of the kind. Uenakkk tenan.
Ada lagi satu yang sering saya beli adalah Pukis Hollywood (kalo ga salah). Jualan di sebuah mobil yang sudah di modifikasi di parkiran samping Toko Buku Siswa. Letaknya di seberang Mitra I. Cuman sepertinya di sana sedikit lebih mahal. At least selintas ada terang bulan “Super” seharga Rp. 30.000.
Sambil nunggu pukis pesanan di buat, saya sempat-sempatkan ngobrol sambil jepret-jepret dengan phonecam. Wah gile, saya baru lihat keju craft sepanjang kertas a4. Tebal pula. Yang saya tau kan keju kraft cuman selembar tipis selebar roti tawar :P
Nah besok mo ke Ciliwung. Makan Bakso Cak Man sampe puas + Hot Cwi Mie yang sepertinya baru buka di sampingnya (CMIIW). Abis itu berburu kripik di Kripik Abadi.

Gbr1: loyang-loyang itu adalah cetakan terang bulan, sedangkan gambar yang ada “centong” raksasa itu adalah mentega. Mentega paling banyak yang pernah saya lihat hanyalah Blueband seukuran mangkuk bakso.
Gbr2: terang bulan yang sudah matang, tinggal dicustomize dengan tambahan serbuk kacang, meses atau keju atau kombinasinya. Tentunya plus susu kental manis seperti yang dapat dilihat tumpukan kalengnya itu. Kotak Khong Guan isinya serbuk kacang, sebelahnya kotak Danone isi meses coklat. Mas-mas di ujung sana yang kelihatan celana jeans nya itu sedang meracik 20 pukis pesanan saya :P

  • 0 Comments
  • Filed under: General
  • Malang, 13 Mei 2006

    Setelah dari acara “Ngunduh Mantu”-nya Tono, saya meneruskan dengan acara sendiri. Menjelajahi pusat kota Malang. Yah pas lebaran kemarin ga sempat jalan-jalan karena hujan nyari turun tiap hari. Tujuan pertama yah alun-alun kota Malang. Cukup kaget melihat tampilan Sarinah yang mirip Ghrapari bentuk gedungnya :P Gedung Mitra I juga ada perubahan.
    Alun-alun sendiri sepertinya ga ada perubahan. Cuman yang saya perhatikan, “bekupon” (rumah burung) yang beberapa tahun lalu ada dekat air mancur sudah tidak ada. Pohon-pohon penuh bunga juga tidak nampak. Mungkin karena belum musim berbunga yah. Anda juga bisa melihat tontonan topeng monyet yang lumayan kocak (monyetnya).

    Weekend. Alun-alun kota ini jadi ajang piknik keluarga sambil menikmati udara kota yang segar. Mungkin setelah itu mereka bisa makan-makan atau berbelanja. Di seberang alun-alun banyak tempat makan yang enak dan ada beberapa pusat perbelanjaan (Mall bahasa gaulnya). Atau mungkin bisa nyobain jagung bakar atau tahu petis yang dijual oleh pedagang kaki lima (PKL) di alun-alun. PKL ini menjadi masalah tersendiri. Yah 2 sisi pedang yang sama tajam. Di sini satu mereka tidak seharusnya berjualan di situ karena sudah ada peraturannya sejak dulu. Dan selalu aja harus di razia (tipikal penduduk Indonesia banget yah ?). Di satu sisi, ga tega juga lihat mereka langsung bergegas beresin dangan dan kabur begitu melihat petugas pamong praja mulai berjalan dari arah Kantor Pos Besar masuk ke alun-alun.


    Jam 5 lebih dikit, air mancur di tengah alun-alun pun mulai … mancur :P
    Yah udara makin tambah seger deh. Anak-anak langsung pada nemplok di pagar pembatas ngelihatin air mancur.


    Tak sengaja mendengar pembicaraan mereka, 2 keluarga ini adalah teman lama yang kebetulan bertemu di alun-alun. Keduanya pun sudah mempunyai putra yang lucu-lucu. Nampak 2 junior dari 2 keluarga ini saling “berkenalan”.
    “Alo nama caya Anto, nama kamu capa?”
    Sore itu diwarnai kejadian yang megharukan juga, Pol PP masuk ke tengah alun-alun dan para pedagang berlarian menjauh, seorang bapak tampak menghampiri mereka. Polisi PP itu pun terhenti. Bapak tadi meminta tolong petugas untuk membantu mencarikan atau memberikan pengumunan anak hilang. Sang bapak tersebut menggandeng seorang bocah cowok yang mungkin berumur 7 atau 8 tahun yang sedang menangis. Rupanya beliau sudah mengitari alun-alun bersama anak itu untuk mencari orang tuanya namun belum ketemu juga. Sang Polisi PP pun dengan ramah membawa anak malang yang terpisah dari orang tuanya itu ke pos. Sementara anggota lain mulai ke pos polisi depan Sarinah untuk membuat pengumunan. Kalo ga salah di sana ada pengeras suara. Sementara ibu-ibu tua pedagang jagung bakar dan tahu petis serta bapak-bapak pedagang balon pindah ke depan parkiran motor dekat pohon beringin seberang Kantor Bupati.

    Masjid Jami’ on sunset

  • 0 Comments
  • Filed under: General
  • Martono’s Wedding Party

    Walopun telat, plus rada telat juga datangnya ke resepsi, paling ga posting kali ini cukup mewakili ucapan selamat buat sohib saya Martono. Selamat menempuh hidup baru dengan Dila. Semoga menjadi keluarga yang sakinah. Dan semoga saya juga bisa segera menyusul :P

    pii-tono&dila-me


    Happy couple, Tono & Dila

  • 0 Comments
  • Filed under: General

  •    Designed By:  Bidding Directory   Sponsored By: The Freebie Guide & Bidding Directory
    Post RSS Comments RSS