Archive for July 23rd, 2004

Bangsa Ini Memerlukan Zhu

Juni lalu Nuy berkesempatan berkunjung ke Shanghai, Cina selama 5 hari untuk acara Sun Network Conference Asia Pacific. Begitu langding di bandara Pudong, cuman decak kagum tanpa komentar yang ada. Tol belum jadipun berhias lampu indah. Ga perlu waktu yang cukup lama bagi pemerintah Shanghai untuk membangun kota baru yang megah Pudong, yang merupakan kota satelit dari Shanghai itu sendiri.

Nah artikel di bawah ini sepertinya sesuai untuk keadaan negara kita yang lagi kacau ini.

—–

Xiao Hongbo telah dihukum mati pekan lalu. Delapan orang pacarnya –yang dibiayai dalam kehidupan mewah– mungkin hanya menangisi lelaki berusia 37 tahun. Tidak ada yang bisa membantunya.

Deputi manajer cabang Bank Konstruksi China, salah satu bank milik negara, di Dacheng, Provinsi Sichuan, itu dihukum mati karena korupsi. Xiao telah merugikan bank sebesar 4 juta yuan atau sekitar Rp 3,9 miliar sejak 1998 hingga 2001. Uang itu digunakan untuk membiayai kehidupan delapan pacarnya.

Xiao Hongbo satu di antara lebih dari empat ribu orang di Cina yang telah dihukum mati sejak 2001 karena terbukti melakukan kejahatan, termasuk korupsi. Angka empat ribu itu, menurut Amnesti Internasional (AI), jauh lebih kecil dari fakta sesungguhnya. AI mengutuk cara-cara Cina itu, yang mereka sebut sebagai suatu yang mengerikan.

Tapi, bagi Perdana Menteri Zhu Rongji inilah jalan menyelamatkan Cina dari kehancuran. Ketika dilantik menjadi perdana menteri pada 1998, Zhu dengan lantang mengatakan, ”Berikan kepada saya seratus peti mati, sembilan puluh sembilan untuk koruptor, satu untuk saya jika saya melakukan hal yang sama.”

Zhu tidak main-main. Cheng Kejie, pejabat tinggi Partai Komunis Cina, dihukum mati karena menerima suap lima juta dolar AS. Tidak ada tawar-menawar. Permohonan banding wakil ketua Kongres Rakyat Nasional itu ditolak pengadilan. Bahkan istrinya, Li Ping, yang membantu suaminya meminta uang suap, dihukum penjara.

Wakil Gubernur Provinsi Jiangxi, Hu Chang-ging, pun tak luput dari peti mati. Hu terbukti menerima suap berupa mobil dan permata senilai Rp 5 miliar. Ratusan bahkan mungkin ribuan peti mati telah terisi, tidak hanya oleh para pejabat korup, tapi juga pengusaha, bahkan wartawan.

Selama empat bulan pada 2003 lalu, 33.761 polisi dipecat. Mereka dipecat tidak hanya karena menerima suap, tapi juga berjudi, mabuk-mabukan, membawa senjata di luar tugas, dan kualitas di bawah standar. Agaknya Zhu Rongji paham betul pepatah Cina: bunuhlah seekor ayam untuk menakuti seribu ekor kera.

Dan, sejak ayam-ayam dibunuh, kera-kera menjadi takut, kini pertumbuhan ekonomi Cina mencapai 9 persen per tahun dengan nilai pendapatan domestik bruto sebesar 1.000 dolar AS. Cadangan devisa mereka sudah mencapai 30 miliar dolar AS. Sukses Cina itu, menurut guru besar Universitas Peking, Prof Kong Yuanzhi, karena Zhu serius memberantas korupsi. Perang terhadapkorupsi diikuti dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Zhu mengeluarkan dana besar untuk pendidikan manajemen, mengirim ribuan siswa belajar ke luar negeri, dan juga mengundang pakar bisnis berbicara di Cina.

Kini, lihatlah apa yang terjadi di Indonsia. Pengangguran terus bertambah, anak-anak gadis dari desa terpaksa menjadi pelacur di kota, lulusan SMU menjadi pengamen, anak-anak SD yang malu tidak dapat membayar uang sekolah, bunuh diri. Ratusan ribu orang tumpah ke kota-kota karena di desa tidak adaharapan. Ratusan ribu orang menjadi tenaga kerja di luar negeri, ditipu calo dan disiksa majikannya.

Mereka adalah korban. Koruptor menghisap hidup mereka, bertahun-tahun tanpa ada yang menolong. Koruptor mengambil hak mereka atas tanah, hak mereka atas air, hak mereka untuk sekolah, hak mereka untuk berdagang, hak mereka untuk bekerja, hak mereka untuk mendapatkan layanan, hak mereka untuk kesehatan.

Apalagi hak yang tersisa untuk orang-orang miskin itu? Pemerintah bukan penolong orang-orang miskin, terkadang mereka juga mengambil uang dari orang-orang miskin.

Bangsa ini memerlukan orang seperti Zhu Rongji, bukan pesolek. Sebab, inilah keadaan utama Indonesia: Jatuhkanlah tiga buah batu dari pesawat udara di wilayah Indonesia, maka yakinlah satu di antara batu itu akan mengenai kepala koruptor!

Sumber: Bangsa Ini Memerlukan Zhu oleh Asro Kamal Rokan - Republika, 21 Juli 2004

  • 0 Comments
  • Filed under: General
  • Congratulation

    Selamat dan rasa bangga aku ucapkan untuk Yudistira Virgus, Edbert Jarvis Sie, Andika Putra, Ardiansyah dan Ali Sucipto beserta tim atas prestasi gemilang yang telah mereka raih pada Olimpiade Fisika Internasional XXXV di Pohang, Korea Selatan. 5 wakil yang dikirimkan Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI) semua meraih gelar dan tidak ada yang pulang dengan tangan hampa. 1 emas, 1 perak, 2 perunggu dan 1 honourable mention diraih oleh anak-anak bangsan ini.

    Medali emas dipersembahkan oleh Yudistira Virgus (siswa SMA Xaverius 1 Palembang) dengan mengumpulkan nilai total ujian teori dan praktik (eksperimen) 44,8. Medali perak diraih Edbert Jarvis Sie (SMA Kristen 1 BPK Penabur Jakarta) dengan nilai total 36,1. Sedangkan dua medali perunggu diperoleh Andika Putra (SMA Sutomo 1 Medan) dan Ardiansyah (SMA Plus Pekanbaru) dengan nilai total masing-masing 32,0 dan 25,8. Ali Sucipto (SMA Xaverius 1 Palembang) memperoleh penghargaan honourable mention dengan nilai 20,2.

    Hebat.

    Seperti biasa, emas kebanyakan di borong oleh tim Cina. Cina memang langganan juara pada olimpiade ini. Apa rahasianya ? Salah satu officialnya memberitahu bahwa wakil-wakil yang akan dikirimkan ke olimpiade ini telah dipersiapkan 2 tahun sebelumnya.

    2 years before ….. wow. Indonesia ?? Heheehehehehehe no comment deh. Indonesia maunya serba instan, liat ajah timnas sepakbola kita, proyek busway, pencetakan kertas suara dll :P Tapi bayangin walo aku yakin persiapan kita ga kaya Cina tapi prestasi yang telah berhasil diraih sangat membanggakan. Apalagi kalo persiapan kita sematang Cina, pasti kita bisa meraih medali lebih banyak lagi.

    Semoga tikus-tikus di pemerintahan segera kembali menjadi manusia, dan mulai memikirkan kelayakan pendidikan di negara ini juga kelayakan sektor-sektor lainnya ..

    Sekali lagi selamat untuk Yudistira Virgus, Edbert Jarvis Sie, Andika Putra, Ardiansyah dan Ali Sucipto beserta Tim Olimpiade Fisika Indonesia.
    Bravo Indonesia.

  • 0 Comments
  • Filed under: General

  •    Designed By:  Bidding Directory   Sponsored By: The Freebie Guide & Bidding Directory
    Post RSS Comments RSS